Entri Populer

Jumat, 17 Desember 2010

laporan nutrisi tanaman

ACARA II

PEMUPUKAN UREA LEWAT DAUN
TINJAUAN PUSTAKA
Diantara sekian banyak metode pemupukan salah satunya adalah pemupukan lewat daun. Pemupukan lewat daun ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pemupukan lewat daun ini diantaranya adalah
1.      Penyerapan unsur haranya relatif lebih cepat.
2.      Bisa ditambahkan unsur mikro, karena pupuk (kimia) yang dilewatkan akar kebanyakan hanya megandung unsur hara makro saja, kecuali kalau tanah sering diberi pupuk organik maka pupuk hara mikro tersedia juga.
3.      Tidak terjadi pengikatan unsur hara seperti halnya tanah dimana sebagian unsur hara akan diikat dengan kuat oleh partikel tanah dan sulit untuk dilepaskan sehingga;
4.      Tanah akan terhindar dari kerusakan (Anonim1, 2008).
Perlu diperhatikan bahwa pemupukan lewat daun sebaiknya disemprotkan melalui bagian bawah permukaan daun dan dilakukan pada pagi hari, karena masuknya pupuk daun melalui stomata (mulut daun) dimana stomata ini merupakan lubang untuk transpirasi dan juga sekaligus untuk masuknya cairan baik yang berupa pupuk atau pestisida yang bersifat sistemik, dan stomata ini sebagian besar terdapat dibawah permukaan daun. Membuka dan menutupnya stomata berkaitan dengan tekanan turgor melaului proses defusi-osmosis, dan proses defusi-osmosis pada daun di pengaruhi oleh sinar matahari. Oleh karena itu penyemprotan sebaiknya dilakukan setelah ada sinar matahari namun penyemprotan sebaiknya dihentikan setelah sinar matahari sudah mulai terasa terik, karena sebagian unsur akan lebih banyak menguap bila matahari semakin panas dan angin lebih kencang berhembus. Sementara bila penyemprotan dilakukan pada sore hari juga tidak terlalu efektif karena pada sore hari biasanya angin lebih kencang berhembus sehingga akurasi penyemprotan tidak sempurna, dan sinar matahari segera menghilang sehingga stomata juga segera menutup. Sementrara proses masuknya unsur hara kedalam daun yang optimal memakan waktu sekitar 2-4 jam (Anonim1, 2008).
Penyemprotan pada bagian bawah permukaan daun ini juga mempunyai keuntungan lain yaitu bila pupuk daun dicampur dengan pestisida (walaupun tidak ada anjuran mencampurnya tetapi hal itu bisa, boleh dan syah saja dilakukan) akan bisa mengendalikan hama-hama yang ada pada tanaman, karena sebagian besar hama bersembunyi pada permukaan daun bagian bawah, demikian juga halnya dengan fungi / jamur yang sebagian besar menyerang pada bagian bawah tanaman yang terhindar dari sinar matahari langsung. Namun purlu diingat penggunaan pestisida sebaiknya dilakukan sebijaksana mungkin, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan kesehatan karena residu efek yang disebabkan pestisida tersebut akan berbahaya untuk jangka pendek ataupun panjang. Penyemprotan (secara teori dan anjuran) sebaiknya dilakukan setelah hama mencapai ambang batas pengendalian (Anonim2. 2008).
Oleh karena itu yang perlu dijadikan catatan adalah, penyemprotan tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan dihentikan saat matahari terik, serta disemprotkan pada bagian bawah permukaan daun (Anonim2. 2008).
Dengan semakin meluasnya penanaman yang dapat dilakukan dengan sistem penanaman yang intensif akan berpengaruh pada kesuburan tanaman. Tanaman kurang subur karena kurang zat tertentu sehingga akan dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi. Cara menanggulangi masalah tersebut salah satunya adalah dengan cara pemupukan (Martin, 2000).
Salah satu cara meningkatkan produktivitas dari suatu tanaman dengan cara pemupukan. Penggunaan pupuk di bidang pertanian, dewasa ini berkembang cukup pesat. Hal ini dilakukan guna mempertahankan dan memeperoleh produksi pertanian yang konstan dan maksimal (Martin, 2000).
Pupuk merupakan senyawa yang diberikan ke dalam tanah atau bagian lain dari tanaman yang dapat mempertahankan atau menambah kesuburan tanah. Pemupukan pada lahan disekitar tanaman dapat dengan cara ditugal, disebar, diberikan di atas tanah, atau di sebelah tanaman. bagi pupuk cair dengan cara penyemprotan pada daun. Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, sehingga pupuk diberikan pada saat tanaman menunjukkan sejumlah kebutuhan akan pupuk supaya diperoleh keuntungan yang tinggi (Martin, 2000).
Pada umumnya pupuk daun diberikan bagi pupuk yang mengandung unsur mikro seperti Fe, Cu, dan Mn. keuntungan dari pupuk daun antara lain penyerapan hara lebih cepat, memenuhi unsur hara mikro, dan menghindari kejenuhan tanah. Kekurangan atau kerugian pupuk daun adalah pupuk daun kurang tahan disimpan lama. Pupuk daun dapat berbentuk kristal halus sampai berbentuk tepung, dan berbentuk cair (Martin, 2000).
Pupuk diberikan pada saat menunjukkan sejumlah kebutuhan tanaman akan pupuk itu supaya diperoleh hasil yang maksimal. Penyemprotan pupuk daun sebaiknya menggunakan semprotan volume rendah dalam semburan lembut dengan kadar hendaknya 5-20% apabila dengan volume tinggi maka kadar nitrogen hendaknya 0,5-1% (Martin, 2000).
Meskipun pupuk dapat meningkatkan kesuburan tanah dalam tanaman, namun dalam jumlah yang besar akan mengakibatkan keracunan bahkan kematian bagi tanaman, sehingga dalam penggunaan pupuk perlu diperhatikan dosis dan cara pemakaiannya. Hal ini dimaksudkan supaya penggunaan pupuk benar-benar bisa mencapai sasaran yang diinginkan dan dapat mendatangkan keuntungan yang besar bagi usaha tani (Martin, 2000).
Pemberian pupuk dapat juga melalui daun dan pada tanaman tertentu hasilnya juga cukup baik. Keuntungan pemupukan melalui daun adalah menghindari kerusakan akar akibat pemberian pupuk yang kurang merata pada daerah perakaran, absorbsi hara oleh sel daun lebih cepat, efektif untuk menanggulangi kekurangan unsur mikro yang dapat dilakukan bersama-sama penyemprotan pestisida (Martin, 2000).
Pupuk daun yaitu setiap bahan yang diberikan ke dalam tanah atau disemprotkan pada tanaman dengan tujuan menambahkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. sedangkan pemupukan adalah setiap usaha pemberian pupuk yang bertujuan untuk menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk meningkatkan produksi tanaman yang bermutu lebih baik (Wilkins, 1995).
Pupuk daun merupakan pupuk buatan yang diberikan tanaman dengan jalan penyemprotan hara pupuk yang diberikan lebih cepat daripada pemupukan melalui tanah, karena pada  permukaan daun  terdapat banyak stomata. Pemupukan lewat daun dapat menghindarkan tanah dari kelelahan jadi harus ada variasi antara pemupukan melalui daun  dan melalui tanah. Akan tetapi pupuk daun ini kurang tahan disimpan lama karena sisa dari pemupukan tidak dapat digunakan untuk penyemprotan berikutnya. Pupuk tersebut akan memadat sehingga akan menghalangi keluarnya pupuk pada alat penyemprotan (Martin, 2000).
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat pagi/sore hari karena pada waktu-waktu itu stomata sedang membuka sempurna sehingga pupuk yang diberikan banyak diserap. Lain halnya jika dilakukan pada siang hari , karena suhu udara tinggi, maka pupuk akan menguap dan hanya sedikit yang dapat terserap. Penyemprotan jangan dilakukan pada saat turun hujan karena akan terlarut oleh air sehingga akan sia-sia saja. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kita harus mentaati dan mengikuti ketentuan yang tercantum pada label baik itu dosis atau konsentrasi. Pemakaian pupuk yang melebihi dosis menyebabkan tanaman akan mati (Martin, 2000).
Tanaman mentimun (Cucumis sativus L) termasuk dalam famili Cucurbitaceae.  Tanaman penghasil biji ini memiliki akar serabut.  Bijinya terdapat di dalam buah (Angiospermae) dan digunakan sebagai alat perkembangbiakan.  Mentimun merupakan tanaman semusim (annual plant), tumbuh baik di tempat yang lembab atau tempat kering yang subur.  Batang mentimun berupa batang lunak dan berair (herbaceous), berbentuk pipih, berambut halus, berbuku-buku, dan berwarna hijau segar.  Daun mentimun dibedakan menjadi dua macam, yaitu daun pemula dan daun normal.  Daun terdiri atas helaian daun (lamina), tangkai daun dan ibu tulang daun.  Bunga mentimun merupakan bunga berumah satu (monoceus), perhiasan bunga terdiri dari kelopak bunga dan mahkota bunga.  Buah mentimun merupakan buah sejati tunggal, kulit buah sangat tipis, basah dan berduri halus yang tersebar secara tidak beraturan di tengah buah (Purwanto dan Nawangsih, 2001).
TUJUAN
Pemupukan Urea Lewat Daun
-       Untuk mengetahui efektivitas pemberian urea lewat daun pada tanaman mentimun.
-       Untuk menguji perlakuan yang terbaik antara pemupukan urea lewat daun pada tanaman mentimun.








 

 

 

 






BAHAN DAN METODE

Bahan dan Alat

Bahan

1.      Benih Mentimun (Cucumis sativus L)
2.      Media Tanah
3.      Pupuk Urea, TSP dan KCL

Alat

            Alat – alat yang diperlukan dalam praktikum ini adalah :
  1. Cangkul
  2. Timbangan elektrik
  3. Mistar
4.      Polybag 5 kg
5.      Hand Sprayer
6.      Oven

Waktu dan Tempat  

            Praktikum ini dilaksanakan setiap hari Rabu, tanggal 03 Nopember 2010 sampai  1 desember 2010, pukul 09.55 – 11.35 Wita. Bertempat di Rumah Kaca Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.





Prosedur Kerja
1.      Medium tanam disiapkan, menggunakan polybag yang diisi dengan berat  tanah 4 kg dan berlubang drainase.
2.      Pupuk urea disiapkan dengan perlakuan sebagai berikut  :
a.       Perlakuan pemupukan urea lewat daun 100%
Dilakukan dengan cara melarutkan 6,0 kg urea dalam aquades sampai volume 200 ml, sehingga diperoleh konsentrasi 3%.
b.      Perlakuan pemupukan urea lewat daun 75%
Dilakukan dengan cara melarutkan 4,5 kg urea dalam aquades sampai volume 200 ml, sehingga diperoleh konsentrasi 2,25%.
c.    Perlakuan pemupukan urea lewat daun 50%
Dilakukan dengan cara melarutkan 3,0 kg urea dalam aquades sampai volume 200 ml, sehingga diperoleh konsentrasi 1,50%.
d.                Perlakuan pemupukan urea lewat daun 25%
Dilakukan dengan cara melarutkan 1,5 kg urea dalam aquades sampai volume 200 ml, sehingga diperoleh konsentrasi 0,75%.
e.    Perlakuan pemupukan urea lewat daun 0%
Dilakukan dengan cara menyemprotkan dengan aquades.
3.      Pemupukan KCl dilakukan 2 kali.  1/3 saat tanam dan 2/3 setelah umur 2 minggu.  Pemupukan TSP 1 kali saat tanam dengan posisi standar.
4.      Benih mentimun ditanam masing-masing 2 butir/polybag.  Setelah 1 minggu dilakukan penjarangan diperoleh 1 tanaman setiap polybag.
5.      Dipelihara dengan melakukan penyiraman 2 hari sekali, dan gulma di sekitar tanaman dicabut
6.      Daun tanaman disemprot dengan larutan pupuk urea dengan konsentrasi 3%, 2,25%, 1,5%, 0,75 %, dan 0 % sampai seluruh permukaan daun basah.

Pengamatan

Pemupukan Urea Lewat Daun
Pengamatan tinggi tanaman setiap seminggu sekali, dan berat kering daun + batang dan akar pada akhir pengamatan brangkasan (umur 5 minggu), dihitung nisbah akar dan tajuk tanaman.

















HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil  yang didapat dari praktikum Nutrisi tanaman dapat diuraikan melalui tabel perhitungan sidik ragam pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman berikut:
Pemupukan Urea Lewat Daun
Tabel 1.   Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Tinggi Tanaman Mentimun Pada Pemupukan Urea Lewat Daun
Perlakuan
Ulangan
Total Perlakuan
Rata-rata
I
II
III
0
39,8
67,4
28,6
135,8
45,27
15
21,88
45,6
44,3
111,78
37,26
30
40,8
16,6
38,7
96,1
32,03
45
32,4
43,46
24,6
100,46
33,49
60
36,1
66,1
41,8
144
48,00
Tabel 2. Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Jumlah Daun Tanaman Mentimun Pemupukan Urea Lewat Daun
Perlakuan
Ulangan
Total Perlakuan
Rata-rata
I
II
III
0
7,6
11
8
26,6
8,87
15
8
12,2
8,8
29
9,67
30
10,8
7
8,6
26,4
8,80
45
9,4
10,8
7
27,2
9,07
60
8,2
11,8
9,8
29,8
9,93

Tabel 3.   Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Tajuk Tanaman Mentimun Pemupukan Urea Lewat Daun
Perlakuan
Ulangan
Total Perlakuan
Rata-rata
I
II
III
0
4,8
0,99
2,35
8,14
2,71
15
0,9
0,4
3,25
4,55
1,52
30
0,55
0,08
2,35
2,98
0,99
45
3,25
0,38
1,25
4,88
1,63
60
4
0,5
4,05
8,55
2,85

Tabel 4.   Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Akar Tanaman Mentimun Pemupukan Urea Lewat Daun
Perlakuan
Ulangan
Total Perlakuan
Rata-rata
I
II
III
0
1,5
0,51
0,2
2,21
0,74
15
0,05
0,02
0,15
0,22
0,07
30
11,5
0,01
0,1
11,61
3,87
45
0,05
0,07
0,05
0,17
0,06
60
0,25
0,02
0,2
0,47
0,16






1.      Grafik Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L)
Grafik 1.  Tinggi Tanaman mentimun pada Pemupukan Urea Lewat Daun
Grafik 2.  Jumlah Daun Tanaman mentimun pada Pemupukan Urea Lewat Daun
Grafik 3.  Berat Kering Tajuk Tanaman Mentimun pada Pemupukan Urea Lewat Daun
Grafik 4.  Berat kering Akar Tanaman Mentimun  pada Pemupukan Urea Lewat Dau
Pembahasan
            Dari hasil praktikum pemupukan urea lewat daun ini seperti yang terlihat di atas dengan beberapa tabel yang tertera di atas. Pada tabel 1 Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Tinggi Tanaman Mentimun. Berbeda antara perlakuan 0, 15, 30, 45 dan 60. Yaitu dengan total perlakuan 135,8, 111,78, 96,1, 100,46 dan 144. Dan rata-rata pada tabel ini 45,27, 37,26, 32,03, 33,49 dan 48,00s.
Pada tabel 2 Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Jumlah Daun  Tanaman Mentimun pada Pemupukan Urea Lewat Daun. Berbeda antara perlakuan 0,15, 30, 45 dan 60. Yaitu dengan total perlakuan 26,6, 29, 26,4, 27,2 dan 29,8. Dan rata-rata pada tabel ini 8,87, 9,67, 8,80, 9,07 dan 9,93.
Pada tabel 3, Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Tajuk Tanaman Mentimun Pemupukan Urea Lewat Daun diperoleh hasil total peraluan  0, 15, 30, 45 dan 60 adalah 8,14, 4,55, 2,98, 4,88 dan 8,55 sehingga rata-rata yang diperoleh adalah 2,71, 1,52, 0,99, 1,63 dan 2,85.
Pada tabel 4, Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Akar Tanaman Mentimun pada Pemupukan Urea Lewat Daun diperoleh hasil total peraluan  0, 15, 30, 45 dan 60 adalah 2,21, 0,22, 11,61, 0,17 dan 0,47 sehingga rata-rata yang diperoleh adalah 0,74, 0,07, 3,87, 0,06 dan 0,16. Sedangkan, Grafik Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) meliputi tentang Tinggi Tanaman pada Pemupukan Urea Lewat Daun (grafik I), Jumlah Daun Tanaman pada Pemupukan Urea Lewat Daun (grafik II), Berat Kering Tajuk Tanaman pada Pemupukan Urea Lewat Daun (grafik III) dan Berat Kering Akar Tanaman pada Pemupukan Urea Lewat Daun (grafik IV). Dan hasil grafik tersebut dapat dilihat diatas. Ada Empat grafik, grafik pertama menunjukan Tinggi Tanaman, grafik kedua menunjukkan Jumlah Daun Tanaman, grafik ketiga menunjukkan Berat Kering Tajuk dan Grafik keempat menunjukkan Berat Kering Akar pada Pemupukan Urea Lewat Daun














KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Pemupukan lewat daun ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Perlakuan Pemupukan urea lewat daun sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
2.      Penggunaan pupuk lewat daun dapat disemprotkan selama pertumbuhan, terutama untuk memperbaiki warna daun, kualitas daun serta dianjurkan pada tanaman dengan system perakaran yang dalam.
3.      Tingkat pertumbuhan tanaman dengan pemberian pupuk lewat daun rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan urea 0%.
4.      Dosis pemupukan tidak efektif menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak optimal.
5.      Tingkat pertumbuhan yang tidak optimum diakibatkan daya tahan tubuh tanaman terhadap penyakit rendah, daun terlalu hijau sehingga menarik hama, dan air sebagai pelarut cepat menguap sehingga bahan aktif pupuk yang tertinggal di daun menyebabkan kerusakan jaringan tanaman.
6.      Berat kering tajuk selalu lebih tinggi daripada berat kering akar pada semua perlakuan.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim1. 2008. Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman    http://WordPress.com /Diakses Tanggal : 11 Desember 2009

Anonim2. 2008.  Penyuluhan Penggunaan Pupuk. http://www.pusri.co.id / Diakses tanggal 11 Desember 2009

Martin. 2000. Harper Review Chemistry. California CBA. California.
Purwanto, H. Dan Nawangsih, A.  2001.  Sayuran Jepang.  Penebar Swadaya.  Jakarta.
Wilkins, S. 1995. Plant of Garden. Book Company Hill. London.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar